Pernahkah kita sadari rumah, ruangan maupun lingkungan di sekitar kita penuh dengan zat-zat berbahaya. Gejala yang sering timbul :
- PUSING DAN MATA BERKUNANG-KUNANG
- MUAL DAN TIDAK BERGAIRAH
- MATA, HIDUNG DAN TENGGOROKAN TERASA PERIH
- KULIT GATAL-GATAL DAN ALERGI
- LEMAH DAN LESU DENGAN RASA KANTUK YANG BERLEBIHAN
- PUSING DAN SAKIT KEPALA YANG BERKEPANJANGAN
- SESAK NAPAS DAN JANTUNG BERDEBAR ABNORMAL
- SINUSITIS ATAU BERSIN-BERSIN DI PAGI HARI
- PUSING DAN MATA BERKUNANG-KUNANG
- MUAL DAN TIDAK BERGAIRAH
- MATA, HIDUNG DAN TENGGOROKAN TERASA PERIH
- KULIT GATAL-GATAL DAN ALERGI
- LEMAH DAN LESU DENGAN RASA KANTUK YANG BERLEBIHAN
- PUSING DAN SAKIT KEPALA YANG BERKEPANJANGAN
- SESAK NAPAS DAN JANTUNG BERDEBAR ABNORMAL
- SINUSITIS ATAU BERSIN-BERSIN DI PAGI HARI
Studi United State EnvironmentalProtection Agency (US EPA) mengindikasikan bahwa derajat polusi dalam ruang bisa dua sampai lima kali lebih tinggi dibandingkan dengan polusi luar ruang. Merupakan satu dari lima besar polusi yang berisiko mengancam kesehatan masyarakat modern.
BAHAN BERBAHAYA DI SEKITAR KITA :
1. MONITOR TV ATAU KOMPUTER (radiasi)
2. ASAP DAPUR, ROKOK, KNALPOT KENDARAAN
3. AC (Penyebaran Kuman Legionare=penyebab radang paru-paru)
4. ETERNIT (Formaldehid, Silen/Toluen)
5. KOSMETIK (Alkohol, Aseton)
6. KARPET (Silen/Toluen, Bensin, Alkohol)
7. CAT TEMBOK (Silen/Toluen,BEnsin, Alkohol, Aseton)
8. BENZENA (Detergen)
9. BUSA KURSI (Formaldehid)
1. MONITOR TV ATAU KOMPUTER (radiasi)
2. ASAP DAPUR, ROKOK, KNALPOT KENDARAAN
3. AC (Penyebaran Kuman Legionare=penyebab radang paru-paru)
4. ETERNIT (Formaldehid, Silen/Toluen)
5. KOSMETIK (Alkohol, Aseton)
6. KARPET (Silen/Toluen, Bensin, Alkohol)
7. CAT TEMBOK (Silen/Toluen,BEnsin, Alkohol, Aseton)
8. BENZENA (Detergen)
9. BUSA KURSI (Formaldehid)
KEMAMPUAN TANAMAN DALAM MENYERAP ZAT-ZAT BERACUN SUDAH DITELITI OLEH NASA (NATIONAL AERONAUTIC AND SPACE ADMINISTRATION). FAKTA-FAKTA YANG DITEMUKAN :
1.Penelitian awal dilakukan dengan meletakkan 50 pohon tanaman hias,diantaranya sanseivera, philodendron, spathiphillum, lili paris, aglaonema dalam sebuah ruangan tertutup dan mengandung gas beracun, ternyata tanaman tersebut tetap bisa hidup.
2.Bagian tanaman yang menyerap racun adalah daun dan akar. OLeh kedua bagian ini, udara berpolutan diserap untuk kemudian dilepaskan lagi dalam bentuk udara bersih.
3.Dalam 24 jam, beberapa tanaman tertentu bahkan dapat mengurangi kadar zat beracun di udara sampai 87 %
4.Untuk merasakan manfaat dari tanaman penghisap racun ini, setidaknya tempatkan satu pot tanaman untuk luasan ruang sekitar 3m x 3m
1.Penelitian awal dilakukan dengan meletakkan 50 pohon tanaman hias,diantaranya sanseivera, philodendron, spathiphillum, lili paris, aglaonema dalam sebuah ruangan tertutup dan mengandung gas beracun, ternyata tanaman tersebut tetap bisa hidup.
2.Bagian tanaman yang menyerap racun adalah daun dan akar. OLeh kedua bagian ini, udara berpolutan diserap untuk kemudian dilepaskan lagi dalam bentuk udara bersih.
3.Dalam 24 jam, beberapa tanaman tertentu bahkan dapat mengurangi kadar zat beracun di udara sampai 87 %
4.Untuk merasakan manfaat dari tanaman penghisap racun ini, setidaknya tempatkan satu pot tanaman untuk luasan ruang sekitar 3m x 3m
Lidah mertua (Sansevieria)
Sansevieria berkembang biak melalui umbi lapis, termasuk tanaman hias yang sering disimpan di dalam rumah karena tanaman ini dapat tumbuh dalam kondisi dengan sedikit air dan cahaya matahari. Daun tumbuhan ini tebal dan banyak mengandung air (sukulen). Oleh karena itu, sangat tahan kekeringan.Keistimewaan Sansevieria adalah memiliki daya adaptasi yang tinggi terhadap lingkungannya.Penelitian yang dilakukan Badan Antariksa
Berdasarkan riset dari Wolfereton Environmental Service, kemampuan
setiap helai daun Sansevieria bisa menyerap 0.938 mikrogram per jam formaldehyde. Bila disetarakan dengan ruangan berukuran 75 meter persegi cukup diletakkan Sansevieria dengan 4 helai daun
Riset lainnya (FAkultas MIPA , Unibraw MAlang)dapat disimpulkan bahwa untuk ruangan dengan volume 100 m3 (panjang x lebar x tinggi = 5 x 5 x 4 m3) dapat ditempatkan Sansevieria dewasa sebanyak 5 helai . Luas daun Sansevieria sekitar 350 cm2 maka dukungan tanaman terhadap ruangan dapat dihitung secara matematis sebagai berikut:
Dukungan luas daun tanaman = 350 x 5= 1750 cm2•
Dengan demikian ruangan dengan luas 25 m2 atau 250.000 cm2 hanya membutuh
dukungan 1750 cm2, yaitu sekitar 0,07%. Sehingga dapat direkomendasikan bahwa dalam satu ruangan dengan volume 100 m3 dapat diletakkan Sansevieria dewasa yang memiliki luasan per daun 350 cm2 dengan jumlah paling sedikit 5 helai sebagai penetralisir udara tercemar.seluas 100 m3 cukup ditempatkan Sansevieria trifasciata-laurentii dewasa berdaun 5 helai agar ruangan tersebut bebas polutan. Ciri spesifik yang jarang ditemukan pada tanaman lain, diantaranya mampu hidup pada rentang suhu dan cahaya yang banyak.
BLANCENG (Dieffenbachia spp)
Tumbuh baik pada areal dengan intensitas penyinaran rendah dan kelembapan tinggi.Getah dari tanaman ini bisa menyebabkan gatal-gatal dikulit. Tanaman ini memiliki trik hisap polutan tersendiri. Media tanam beserta daun tanaman keluarga Araceae ini banyak mengeluarkan uap air. Kondisi ini mengakibatkan udara dalam ruangan menjadi lembap. Selain uap, Aglaonema juga rajin menyemprotkan senyawa yang dinamai phytochemical yang mampu menekan populasi bakteri dan spora jamur merugikan hingga 50 -60%. Di alam, hal seperti itu terjadi sebagai salah satu mekanisme tumbuhan untuk bertahan dan melindungi diri dari serangan pathogen.
Phytochemical dilepaskan saat fotosintesa pada tumbuhan tertentu dan memiliki efek anti bakteri.Zat ini berkhasiat untuk menekan pertumbuhan spora jamur dan bakteri merugikan dalam ruangan Eksperimen telah menunjukkan bahwa amuba atau bakteri yang diletakkan di dekat sehelai daun segar akan musnah dalam beberapa menit saja. Selain dari efek anti bakteri, phytochemical juga mengurangi rasa sakit, membantu konsentrasi, menghilangkan rasa lelah dan memperbaiki kecekatan mental.
SRI REJEKI (Aglaonema )
Satu family yaitu Aracae dengan Diffenbacia . Jika setiap 1000 orang penduduk Ibu Kota butuh ruang hijau seluas 0,95 ha. Artinya, setiap kepala menghendaki dukungan hidup dari helaian daun seluas 9,5 m². Jika dirata-rata, besaran itu kira-kira sama dengan luas daun Aglaonema sebanyak 1 pot. Apabila dihitung dari data luas daun Sri Rejeki maka diperlukan individu dengan jumlah daun sebanyak 14 helai.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar